ZMedia Purwodadi

Rayap Besi” Menggerogoti Batam, Fasilitas Publik Jadi Sasaran Pencurian

Table of Contents

 
SOROTKASUS.ID, BATAM – Fenomena pencurian fasilitas publik di Kota Batam kian memprihatinkan. Aksi para pelaku yang dikenal masyarakat dengan sebutan “rayap besi” tidak lagi dianggap sebagai tindak kriminal biasa. Kejahatan ini telah menyasar berbagai infrastruktur vital yang berfungsi menopang aktivitas masyarakat sehari-hari.

Mulai dari perangkat lampu lalu lintas, penutup saluran, kabel instalasi, hingga jaringan listrik menjadi target para pelaku demi memperoleh keuntungan dari hasil penjualan barang bekas. Akibatnya, kerugian yang ditimbulkan tidak hanya berupa nilai material, tetapi juga mengancam keselamatan dan kenyamanan warga.

Sejumlah fasilitas yang rusak akibat pencurian menyebabkan gangguan pada pelayanan publik. Lampu lalu lintas yang tidak berfungsi, misalnya, berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di persimpangan jalan. Sementara pencurian komponen jaringan listrik dapat mengganggu pasokan energi yang dibutuhkan masyarakat dan pelaku usaha.

Aksi para "rayap besi" ini dinilai semakin berani karena menyasar fasilitas yang seharusnya dijaga bersama. Bahkan, beberapa kasus menunjukkan para pelaku bekerja secara terorganisir dengan memanfaatkan situasi sepi untuk membongkar dan membawa kabur komponen infrastruktur yang bernilai jual.

Praktik tersebut menjadi ancaman serius bagi pembangunan kota. Pemerintah dan aparat penegak hukum diharapkan tidak hanya menindak pelaku di lapangan, tetapi juga mengawasi jalur distribusi barang curian, termasuk tempat-tempat penampungan besi tua yang diduga menjadi tujuan penjualan hasil pencurian.

Pengamat sosial menilai bahwa pencurian fasilitas publik harus dipandang sebagai bentuk sabotase terhadap kepentingan masyarakat luas. Sebab, dampaknya dirasakan langsung oleh warga yang kehilangan akses terhadap layanan publik yang aman dan memadai.

Masyarakat pun diminta berperan aktif dengan melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar fasilitas umum. Kolaborasi antara warga, pemerintah, dan aparat keamanan menjadi kunci untuk menghentikan aksi para "rayap besi" yang terus menggerogoti aset publik Kota Batam.

Jika tidak ditangani secara serius, kejahatan ini berpotensi terus berulang dan menghambat upaya pembangunan serta modernisasi infrastruktur yang selama ini menjadi kebanggaan Kota Batam.***


Posting Komentar