Sorot Kasus, Pangandaran - Dinamika politik di Kabupaten Pangandaran mendadak memanas setelah Wakil Bupati Pangandaran aktif, H Ino Darsono, secara resmi menyatakan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), partai yang kini lekat dengan figur Presiden ketujuh RI, Joko Widodo.
Keputusan politik tersebut diumumkan usai pertemuan dan diskusi intensif yang digelar di kediaman Joko Widodo di Solo, Selasa (26/5/2026).
Pertemuan tertutup selama kurang lebih 30 menit itu turut dihadiri Ketua DPW PSI Jawa Barat Abang Ijo Hapidin, Ketua DPD PSI Kabupaten Pangandaran Yayan Sugiantoro, serta H Sodri selaku pengusaha sekaligus Ketua Perkumpulan Komunitas Orang Madura Indonesia.
“Per hari ini, Selasa (26/5/2026), saya menyatakan sikap masuk ke PSI. Keputusan ini saya ambil dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari pihak manapun,” ujar H Ino Darsono.
Menurut Ino, keputusannya memilih PSI bukan tanpa alasan. Ia mengaku terinspirasi oleh perjalanan politik Joko Widodo yang dinilainya sebagai salah satu tokoh paling sukses di Indonesia.
Sosok Jokowi yang memulai karier dari bawah hingga dua periode memimpin Indonesia dianggap menjadi teladan politik yang layak dipelajari.
“Saya ingin belajar langsung dari Pak Jokowi. Saat berdiskusi tadi, terutama ketika beliau menegaskan akan all out dalam pidatonya di Makassar, saya melihat keseriusan dan komitmennya. Itu yang membuat saya semakin mantap bergabung dengan PSI,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ino mengungkapkan bahwa PSI saat ini tengah fokus membangun kekuatan politik yang solid hingga ke tingkat akar rumput.
Pembentukan struktur partai dari pusat hingga tingkat desa disebut menjadi prioritas utama dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
“Target utama kami adalah membangun struktur yang loyal, terlatih, dan siap bekerja. Soal strategi lainnya tentu ada yang masih menjadi konsumsi internal partai,” tambahnya.
H Ino Darsono sendiri bukan sosok baru di dunia politik. Ia pernah menjadi bagian dari Partai Amanat Nasional sejak 2011 sebelum memutuskan mundur pada 2018.
Setelah beberapa tahun tidak aktif di partai politik, kini ia kembali menapaki jalur politik praktis bersama Partai Solidaritas Indonesia. **

0 Komentar